Langit Surabaya Akan Menghitam


Tepatnya pada tanggal 7 Oktober 2014 nanti, warga Surabaya akan melihat langit si atasnya menghitam, bukan karena gerhana, bukan karena tertutup awan melainkan tertutup oleh bayangan pesawat-pesawat yang diterbangkan oleh para prajurit TNI berjumlah sekitar 203 pesawat dengan berbagai jenis pesawat latih, pesawat helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pesawat tempur.

Pesawat yang diterbangkan diantaranya pesawat Angkatan Darat sekitar 45 unit yang terdiri dari EC 120B Colibri,  Huges 300, BO 105, Fennec, Bell 205, Bell 412, MI-17, MI-35, C-212 dan helikopter Apache merupakan pesawat TNI yang teranyar. Selain itu pesawat Angkatan Laut sebanyak 23 pesawat diantaranya EC120B Colibri, Bell 412, BO-105, TB-10 Tobago, G-36 Bonansa, C-212 dan CN 235. Dan Terakhir adalah pesawat Angkatan Udarasebanyak 135 pesawat diantaranya : EC 120B colibri, SA 330 Puma, NAS 332 Super Puma, G 120 Grob, T-34 Charlie, KT-1 B Woong Bee, Cessna 172, C-212, CN 235, CN 295, C-130, C-130 Tanker, Boing737, EMB-314 Super Tucano, T-50i Golden Eagle, hawk 100/200, F-5 Tiger, SU 27/30 serta Pesawat UAV.  Tidak hanya flypast tetapi juga ditutup dengan display kebanggaan The Jupiters (Jupiter Aerobatic Team).

Perjalan Jupiter Aerobatic Team



Lebih  dari 1 tahun tidak mem-posting berita, cerita ataupun apa saja. Maklum ada beberapa kegiatan yang harus diselesaikan sperti sekolah untuk jenjang karir maupun profesi sampai dengan pindahan rumah, keluarga termasuk sekolah sang jagoan (anak) heheh.... jadi kayak curhat.
Hanya sekedar info, kini profesi terbang sudah tidak di pesawat rotary wing lagi, dengan kata lain kembali ke selera asal fix wing.

Kebetulan saya dikasih kesempatan untuk ikut bergabung dengan tim JAT (jupiter aerobatic team) yang berangkat ke singapura dalam rangka Singapore Air show...... lumayan bisa jalan jalan sambil nambah wawasan heheh.

Hari pertama perjalanan kami dari yogyakarta menuju lanud halim jakarta.... dengan sedikit waswas... kami harus menembus awan dengan 8 pesawat secara formasi saat akan mendarat, mungkin bagi teman teman yg biasa terbang sudah biasa menembus awan, tapi yg jadi lebih harus ekstra waspada adalah menembus awan dengan 8 pesawat secara bersamaan. Singkat cerita kami landing dengan aman di jakarta yg disambut oleh Dankodikau beserta staf serta Danlanud Halim beserta staf.

Regenerasi Leader Dynamic Pegasus

Hari yang cerah diawali dengan kesibukan para anggota skadron udara 7 untuk mempersiapkan "final check" dalam menyelenggarakan Sertijab pucuk pimpinan Skadron Udara 7. Ada yang melihat setting tempat duduk, hidangan, persiapan uapcara, acara kenal pamit serta tradisi passing in dan passing out. Memang semua anggota telah mengerti, memahami dan melaksankan tugas masing-masing sehingga semua persiapan dapat dilaksankan secara maksimal.

Serah terima jabatan komandan skadron merupakan hal yang biasa dilaksankan seiring regenerasi pimpinan satuan udara. Jabatanyang diemban menjadi komandan satuan bukanlah hal yang mudah dan ringan, membutuhkan kematangan pikiran, sikap dan tidankan dalam membawa bawahan yang memiliki alutsista udara berupa pesawat helikopter ec 120 b colibri dan bell 47 g soloy.

Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjnadi

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya tentang pergantian nama-nama pangkalan TNI AU (KLIK), kali ini saya akan bahas salah satu nama tersebut yakni Pangkalan TNI AU  Roesmin Nurjadin yang ada di Pekanbaru. Roesmin Nurjadin diambil dari salah satu tokoh AURI  yaitu Marsekal TNI (purn) Roesmin Nurjadin yang merupakan penerbang jet tempur pertama. Tokoh yang lahir di Malang tanggal 31-05-1930an ini telah melaksanakan Operasi Tegas yakni operasi yang dilaksanakan untuk mengambil alih Pangkalan Udara Simpang Tiga di Pekanbaru dari tangan pemberontak PRRI/Permesta di Sumatra. Roesmin telah berhasil menghancurkan bunker-bunker serta pesawat milik angkatan udara revolusioner, untuk mengenang jasa-jasanya maka nama Roesmin Nurjadin dijadikan sebagai pengganti nama Lanud Pekanbaru.
Perjalan Roesmin Nurjadin :
01-03-1952 : Diterima sebagai siswa Perwira Penerbang Kalijati-subang
07-07-1952 : Ditempatkan sebagai penerbang Skadron 3 Pemburu Halim Perdana Kusuma

TERKENANG MAS TONI HARTONO DI BANDUNG AIR SHOW

Hari itu rabu 26 oktober 2012 saya duduk di cokpit sebelah kanan dengan posisi pesawat sebagai no empat berbentuk formasi delta di 6 pesawat ec 120 b colibri, kemudian mendarat di pangkalan tni au Husein. Prosedure post flight dilaksankan sesuai procedure. Kira kira 100 meter dihadapan saya terlihat seseorang berbadan mungil mengenakan kemeja putih celana hitam datang menghampiri dan ternyata beliau adalah seseorang yang sangat saya kenal. Dengan sumringah saya panggil “SIR” panggilan ketika saya masih berstatus Siswa di Sekolah Penerbang TNI AU Yogyakarta. Jabatan erat dengan senyum yang khas nan ramahnya kami bercengkrama ngobrol tentang masa lalu dan kini.