Keselamatan Terbang

Dalam pengoperasian penerbangan, keselamatan penerbang yang menyangkut keselamatan manusia adalah hal yang tak dapat ditawar. Namun demikian, kenyataanya masih ada maskapai penerbangan yang memanfaatkan beberapa celah terkai dengan ketentuan teknis dan pengoperasian penerbangan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh regulator.



Contohnya, pada saat landing dan melakukan pengereman, maka digunakan thrust reverser (rem mesin) dan wheel brake (rem roda). Salah satu dari kedua rem tersebutboleh tidak bekerja, asalkan persyaratan lainnya tetap dipenuhi, misalkan persyaratan panjang landasan, kondisi landasan, keadaan cuaca, pola terbang dan lain-lain. Contoh lain pesawat dilengkapi dengan dua hingga tiga autopilot system, tapi msih diizinkan bila yang berfungsi hanya satu autopilot saja.
Dalam istilah teknis penerbangan, kondisi tidak sempurna yang dizinkan dalam koridor penerbangan disebut “open time” . Open time tersebut hanya berlaku pada kategori tertentu dengan batasan waktu yang berbeda-beda. Artinya semakin banya “open time” pada sebuah pesawat terbang, maka semakin rendah pula tingkat keselamatan pesawat terbang tersebut.
Sayangnya masih banyak juga terjadi praktik-praktik yang memungkinkan ditundanya pemeliharaan dan perawatan pesawat, misalnya perawatan tahap D ( ovehoul- yang membutuhkan waktu dan biaya besar), ataupun “oven time” yang melewati batas waktunya tanpa diketahui oleh penumpang.




Related Posts by Categories

0 comments:

Poskan Komentar