Parasailing Penerbang Tempur

Kondisi darurat saat terbang adalah saat-saat tidak kita harapkan, dimana semua atau beberpa panel tidak berfungsi dan tidak ada piliihan lain yang harus dilakukan selain eject dari pesawat pesawat tempur. Dengan tindakan tersebut maka penerbang tempur masih mempunyai harapan untuk selmat.


Eject, walaupun sangat tidak diharapkan oleh siapapun, tapi tetap harus diketahui dan difahami oleh penrbang tempur. Dengan pemehaman inilah, harapan selmat dan tetap hidup setelah eject semakin kuat.
Pendaratan setelah melakukan eject jelas ada 2 kemungkinan, yakni darat dan lautan. Dan banyak diantaranya menyatakan bahwa mendrat di air jauh lebih sulit. Dengan adanya tingkat kesulitan itu, maka perlu diadakannay latihan parasailing bagi para penerbang.
Berbekal harness, pelampung, tali pengikat serta dukungan parasut dan motor boat. Berawal dengan penjelasan di tempat latiha bagaimana cara terbang parasut, pengendalian paying dan cara mendarat. Setelah peserta memahami cara tersebut, maka latihan nyata akan segera dilaksanakan yang lumayan mendebarkan, karena disimulasikan sedang eject, namun mendarat di tengah laut. Dengan menggunakan harness yang asli dari pesawat hawk dan sudah diikat ke parasut sebagai simulasi parasut dari ejection seat, maka penerbang dikondisikan seperti melakukan eject yang sebenarnya.
Saat peralatan dan penerbang sudah siap, maka penrbang dan parasut dengan menggunakan motor boat. Parasutpun melayang dan naik ke ketinggian tertentu. Sekitar 2 menit mengangkasa, motor boat akan berhenti di tengah laut, danparasutpun akan mulai turun. Nah, disinilah penerbang disimulasikan melaksanakan proses pendaratan di air. Berdasarkan teori survival tentang tata cara mendarat di air, maka seorang penerbang harus melepaskan diri dari parasut sebelum masuk ke air.
Selama masa melayang di udara itulah penerbang harus melepaskan diri dari parasut sesaat sebelum masuk ke air. Dengan kondisi terkunci di harness penerbang harus membuka harness dengan memutar QRF (Quick Release Fitting) yang posisinya ada di perut kea rah kiri sebanyak 90 derajat. Bila terbuka kunci harness, maka cara melepaskan diri dari parasut penerbang member tekanan pada QRF yang akan keras. Begitu QRF terbuka penerbang akan terjun bebas ke air, sehingga disinilah diperlukan perkirakan yang tepat berapa ketinggian untuk membuka harness.
Ada pengalaman tersendiri saat lepas dari ketinggian dan terjun ke air. Ada juga yang lepas dari ektinggian 1 meter dan ada pula yang terlepas denga ketinggian dari 4 meter. Maka akibat gravitasi bumi, badan akan jatuh di air dengan posisi sejajar. Dan plassssssss….badan terhempas dengan kerasnya ke air…. Lumayan rasanya kaya digigit semut tapi banyak banget semutnya…..heheh

Related Posts by Categories

0 comments:

Poskan Komentar