Lion Air Gandeng Akademi Pilot Australia Didik 300 Pilot Baru
akarta (ANTARA News) - Maskapai Penerbangan Swasta Nasional Lion Air akan menggandeng akademi pilot Australia untuk mendidik 300 pilot barunya pada 2008 dengan anggaran yang disiapkan mencapai 20 juta dolar AS.
"Total kebutuhan kami dengan 122 pesawat Boeing 737-900 ER sebanyak 600 pilot. Untuk itu, mulai tahun depan 300 pilot segera kami didik dengan mengadopsi sistim dari pendidikan pilot yang dikembangkan dua akademi di Australia," kata Manajer Humas Lion Air, Hasyim Arsal Alhabsy, kepada pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Hasyim, 300 pilot tersebut akan terbagi dalam delapan angkatan dengan masing-masing angkatan 25 orang dan lama pendidikan 14 bulan. "Sistem pendidikannya campuran antara di Australia dan Indonesia," katanya.
Konsepnya, kata Hasyim, boleh jadi, para calon pilot yang diseleksi dari lulusan setingkat sekolah menengah atas (SMA) ini akan dididik oleh para instruktur dari dua perusahaan Australia, yakni Flight Idea dan ST Atas dan pelaksanaan pendidikannya di Lion Facility Village (LFV) seluas 2,1 ha di Cengkareng, Banten, atau beberapa bulan di Australia.
"Dua perusahaan itu sudah punya `license` dan sertifikasi dari ICAO (International Civil Aviation Organisasi) untuk kategori pendidik pilot `multi purpose rating` dengan lama pendidikan hanya 14 bulan atau cukup singkat bila dibanding dengan pendidikan sejenis di dalam negeri selama 3-4 tahun," katanya.
Konsekuensinya, biaya untuk per orang siswa sekitar 40-50 ribu dolar AS. "Untuk itu, Lion Air menyediakan semacam beasiswa dan lulusan dari program itu nantinya akan diikat kontrak kerja dengan Lion Air untuk beberapa tahun. Penghasilan mereka bisa mencapai 500 juta per tahun," katanya.
Kendati begitu, tegasnya, Lion Air tidak menafikan peluang kerjasama untuk program serupa juga menggandeng Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia (STPI), Badan Diklat Departemen Perhubungan (Dephub).
"Rencana kami, dari program pengadaan pilot selama ini 5-10 orang calon pilot Lion Air juga didik di STPI Curug, Tangerang," katanya.
Ia juga menambahkan, pendanaan untuk program itu sekitar 40 persen berasal dari ekuiti Lion Air dan selebihnya adalah dari sindikasi perbankan nasional.
Sebelumnya, Badan Diklat Departemen Perhubungan menyebutkan, Indonesia per tahunnya saat ini membutuhkan 400 pilot baru, sedangkan kemampuan STPI Curug per tahunnya hanya 150-200 orang saja.
"Itu pun adalah pemegang lisensi pilot `gundul`. Untuk bisa terbang pesawat jet tertentu, ia harus menempuh pendidikan rating lagi," kata Kepala Badan Diklat Dephub, Dedy Dharmawan.
Pada kesempatan itu, Hasyim menjelaskan, untuk mensukseskan program itu, pihaknya siap mendatangkan empat simulator Boeing 737-900 ER mulai akhir tahun ini hingga beberapa tahun ke depan.
"Dua simulator Boeing 737-900ER yang merupakan paket dari pemesanan 122 pesawat jenis itu akan datang pada akhir tahun ini, hampir bersamaan dengan penerimaan dua pesawat Boeing 737-900 ER pada pertengahan Desember yang merupakan pesawat ke-6 dan ke-7 dari total pemesanan 122 pesawat itu," katanya.
Lion hingga saat ini telah memiliki dua simulator yakni satu untuk pesawat jenis MD dan satu lagi Boeing 737-400. Ke-4 simulator itu nantinya akan ditempatkan di LFV.
Ia juga mengatakan, para pilot lulusan program itu, diharapkan sudah mengantongi jam terbang sekitar 400 jam sehingga sudah bisa memiliki kemampuan bar satu dan bisa ikut dalam penerbangan Lion Air.
"Tahap berikutnya untuk sampai pada jenjang bar 4 atau sebagai pilot Lion Air, mereka tetap harus diuji oleh Dirjen Perhubungan Udara. Untuk posisi ke bar 4 biasanya diperlukan sekitar 5000 jam terbang," katanya.
Hasyim juga menambahkan, Lion akan mengumumkan rencana penerimaan 300 pilot itu mulai akhir tahun ini dengan persyaratan usia di atas 18 tahun dan lulus sekolah setingkat SMA. "Peluang ini juga terbuka bagi wanita," katanya.(*)
from : antaranews
Pilot
Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang, yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu.
Keahlian seorang pilot dalam menerbangkan pesawat komersial merupakan dasar utama yang menentukan kualitas seorang pilot. Faktor-faktor pendukung keahlian seorang pilot selain surat sertifikasi adalah jumlah jam terbang yang telah dimiliki. Keselamatan suatu penerbangan adalah tanggung jawab seorang pilot.
Dalam tugasnya di dalam kokpit pesawat, pilot dibantu oleh seorang ko-pilot. Selama penerbangan berlangsung semenjak take off hingga landing, pilot dan ko-pilot akan mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah terprogram melalui bantuan navigasi pesawat dan mengikuti informasi yang diberikan oleh menara kontrol lalu-lintas bandar udara.
Didalam sebuah penerbangan komersial, pilot dan ko-pilot bertugas mengemudikan pesawat sementara pramugari dan pramugara akan melayani kebutuhan para penumpang. Pilot, ko-pilot dan pramugari/pramugara adalah awak kabin pesawat.
Pembicaraan yang dilakukan pilot, ko-pilot dengan petugas menara kontrol lalu-lintas dari dan ke sebuah bandar udara akan direkam oleh kotak hitam.
Parasailing Penerbang Tempur
Kondisi darurat saat terbang adalah saat-saat tidak kita harapkan, dimana semua atau beberpa panel tidak berfungsi dan tidak ada piliihan lain yang harus dilakukan selain eject dari pesawat pesawat tempur. Dengan tindakan tersebut maka penerbang tempur masih mempunyai harapan untuk selmat.
Eject, walaupun sangat tidak diharapkan oleh siapapun, tapi tetap harus diketahui dan difahami oleh penrbang tempur. Dengan pemehaman inilah, harapan selmat dan tetap hidup setelah eject semakin kuat.
Pendaratan setelah melakukan eject jelas ada 2 kemungkinan, yakni darat dan lautan. Dan banyak diantaranya menyatakan bahwa mendrat di air jauh lebih sulit. Dengan adanya tingkat kesulitan itu, maka perlu diadakannay latihan parasailing bagi para penerbang.
Berbekal harness, pelampung, tali pengikat serta dukungan parasut dan motor boat. Berawal dengan penjelasan di tempat latiha bagaimana cara terbang parasut, pengendalian paying dan cara mendarat. Setelah peserta memahami cara tersebut, maka latihan nyata akan segera dilaksanakan yang lumayan mendebarkan, karena disimulasikan sedang eject, namun mendarat di tengah laut. Dengan menggunakan harness yang asli dari pesawat hawk dan sudah diikat ke parasut sebagai simulasi parasut dari ejection seat, maka penerbang dikondisikan seperti melakukan eject yang sebenarnya.
Saat peralatan dan penerbang sudah siap, maka penrbang dan parasut dengan menggunakan motor boat. Parasutpun melayang dan naik ke ketinggian tertentu. Sekitar 2 menit mengangkasa, motor boat akan berhenti di tengah laut, danparasutpun akan mulai turun. Nah, disinilah penerbang disimulasikan melaksanakan proses pendaratan di air. Berdasarkan teori survival tentang tata cara mendarat di air, maka seorang penerbang harus melepaskan diri dari parasut sebelum masuk ke air.
Selama masa melayang di udara itulah penerbang harus melepaskan diri dari parasut sesaat sebelum masuk ke air. Dengan kondisi terkunci di harness penerbang harus membuka harness dengan memutar QRF (Quick Release Fitting) yang posisinya ada di perut kea rah kiri sebanyak 90 derajat. Bila terbuka kunci harness, maka cara melepaskan diri dari parasut penerbang member tekanan pada QRF yang akan keras. Begitu QRF terbuka penerbang akan terjun bebas ke air, sehingga disinilah diperlukan perkirakan yang tepat berapa ketinggian untuk membuka harness.
Ada pengalaman tersendiri saat lepas dari ketinggian dan terjun ke air. Ada juga yang lepas dari ektinggian 1 meter dan ada pula yang terlepas denga ketinggian dari 4 meter. Maka akibat gravitasi bumi, badan akan jatuh di air dengan posisi sejajar. Dan plassssssss….badan terhempas dengan kerasnya ke air…. Lumayan rasanya kaya digigit semut tapi banyak banget semutnya…..heheh
Keselamatan Terbang
Dalam pengoperasian penerbangan, keselamatan penerbang yang menyangkut keselamatan manusia adalah hal yang tak dapat ditawar. Namun demikian, kenyataanya masih ada maskapai penerbangan yang memanfaatkan beberapa celah terkai dengan ketentuan teknis dan pengoperasian penerbangan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh regulator.
Contohnya, pada saat landing dan melakukan pengereman, maka digunakan thrust reverser (rem mesin) dan wheel brake (rem roda). Salah satu dari kedua rem tersebutboleh tidak bekerja, asalkan persyaratan lainnya tetap dipenuhi, misalkan persyaratan panjang landasan, kondisi landasan, keadaan cuaca, pola terbang dan lain-lain. Contoh lain pesawat dilengkapi dengan dua hingga tiga autopilot system, tapi msih diizinkan bila yang berfungsi hanya satu autopilot saja.
Dalam istilah teknis penerbangan, kondisi tidak sempurna yang dizinkan dalam koridor penerbangan disebut “open time” . Open time tersebut hanya berlaku pada kategori tertentu dengan batasan waktu yang berbeda-beda. Artinya semakin banya “open time” pada sebuah pesawat terbang, maka semakin rendah pula tingkat keselamatan pesawat terbang tersebut.
Sayangnya masih banyak juga terjadi praktik-praktik yang memungkinkan ditundanya pemeliharaan dan perawatan pesawat, misalnya perawatan tahap D ( ovehoul- yang membutuhkan waktu dan biaya besar), ataupun “oven time” yang melewati batas waktunya tanpa diketahui oleh penumpang.
Colibri di Skdaron 7
Ulasan sebelumnya bahwa pesawat colibri mudah untuk diterbangka….memang tetapi yang namanya terbang tentu cara belajarnya akan berbeda dengan kita menyetir mobil, tahu kenapa karena bila kita nabrak ya paling tidak or parah mungkin geger otak heheh amit-amit, tapi jika kit abelajar terbang kalo jatuh paling ringan ya kematian hiiiiiii serem.
Nah ngomong ngomong belajar terbang helikopter, di tni au ada skadron yang menyelenggaakan pelatihan terbang helikopter lohhhhhh, pasti banyak yang belum tahu kan?
Skadron udara 7 tepatnya di sekitaran kecamatan kalijati kabupaten subang merupakan gembong lahirnya para penerbang helikopter se-antero Tentara Nasional Indonesia, karena disini tidak hanya mendidik Chopper (penerbang helikopter) untu TNI AU saja tetapi juga untuk TNI dan POLRI.
Colibri pesawat buatan francis ini di skadron udara 7 selain diguankan sebagai heli latih, digunakan juga sebagai heli operasional.
Kegiatan yang dilakukan diantaranya air cover dengan membawa pasukan, water resque menaikan dan mendaratkan personel di gedung serta evakuasi pasien karena helikopter colibri yang dimiliki tni au ini telah mengalami beberapa modivikasi evak pasien karya anak bangsa……asik ga tuh…..



Perawatan pesawat adalah hal paling utama agar kami dapat melaksanakan misi tersebut……….
Keep them fly…

EC 120 B Colibri Mudah Untuk Diterbangkan

Menerbangkan helicopter tak sesulit yang dibayangkan
Colibri hasil kerjasama eurocopter group, TS Aerospace dan CATIC doi cina adalah helikoper bermesin tunggal serba guna yang ringan, mudah ditrbangkan dan perawatan yang sederhana. Helikopter ini dapat digunakan untuk melatih pilot itngkat awal maupun lanjutan karena ukurannya, kemampuankemudinya, desain yang sederhana tetapi menarik, serta jarak pandang yang luas dari cabin. Dilengkapa teknologi tertinggiseperti control ganda, tuas gas putar, rem rotor, pembatas tarikan dan putaran mesin dan komputasi performa untuk membantu instruktur melakukan latihan dalamkondisi keamanan maksimal. Mean rotor spheriflex-nya membuat perawatannya lebih mudah.
EC 20 B Colibri memiliki tingkat kebisingan yang rendah di kelasnya karena menggunakan rotor ekor Fenestron sehingga memiliki tingkat kebisingan 6.6 dB, di bawah batas yang ditetapka ICAO dan emisi mesinnya hanya mengandung sedikit polutan. Mesin turbin Turbomeca Arrius 2F terkenal karena konsumsi bahan bakar yang sangat irit.
Colibri ini merupakan helicopter mesin tunggal pertama yang memenuhi 27 ketentuan dalam keselamatan JAR terbaru diantaranya system bahan bakar, kursi pilot, kursi penumpang, kursi instruktur untuk berbagai kondisi kecelakaan / tabrakan. Helikopter ini hanya memerlukan perawatan minimum dan didesain dengan focus terhadap pengurangan biaya dan akses yang mudah. Karena paket misinya yang lengkap, model ini telah digunakan untuk pelatihan di berbagai Angkatan Udara di dunia, dan slah satunya di negeri tercinta kita ini. Tepatnya di Skadron Udara 7 Kalijat-Subang.
Pangkalan TNI-AU Pekanbaru.
1. Lanud pekanbaru berlokasi di pulau Sumatra, tepatnya di provinsi riau yang terletak 10 KM sebelah selatan dari kota pekanbaru.
2. Tugas pokok lanud pekanbaru adalah sebagai satuan jajaran koops au I yang bertugas untuk menyiapkan dan melaksanakan pembinaan maupun pengoperasian seluruh satuan dalam jajaran pembinaan potensi dirgantara serta menyelengarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.
3. Markas komando lanud pekanbaru merupakan pusat komando kendali administrif operasional pangkalan, terdiri dari dinas operasi yang bertugas sebagai kendali operasional, dinas logistik yang bertugas menyediakan dukungan segala fasilitas dan logistik, dan dinas personil yang bertugas di bidang perawatan dan pelayanan personil.
4. Sejarah singkat lanud pekanbaru. Pemerintah belanda telah 3 abad lebih menjajah Indonesia memandang perlu untuk membuat lapangan terbang di pekanbaru guna memperlancar hubungan keluar . Pada tahun1930 maka dibuatlah lapangan terbang di atas tanah seluas 3.270 ha. Setelah dioperasioanalkan oleh belanda kemudian lapangan terbang tersebut terkenal dengan sebutan pelabuhan udara simpang tiga. Pada tahun 1942 indonesia dijajah jepang hingga tahun 1945 sebelum kemerdekaan NKRI. Lanud pekanbaru yang diperkuat dengan pesawat A4 sky hawk, seiring perkembangannya lanud pekanbaru telah menjadi lanud andalan di jajaran tni angkatan udara yang diperkuat dengan pesawat hawk 100/200 buatan inggris.
5. Skadron udara 12 memiliki tugas pokok melaksanakan operasi udara taktis, strategis, pertahanan udara terbatas dan visual foto recce. Kemampuan pesawat skadron udara 12 yakni dapat melakukan Arm recce, operasi lawan udara ofensif, serangan udara strategis dan serangan udara langsung. Pesawat ini ini dapat melakukan air refueling guna melaksanakan operasional yang lebih luas.
6. Skadron udara teknik 045 memiliki kemampuan melaksananakan pemeliharaan tingkat ringan dan tingkat sedang dengan mengandalakan bengkel pemeliharaan pesawat terbang, bengkel system, bengkel avionic, bengkel banhar dan bengkel armament
7. Fasilitas latihan, simulator pesawat hawk mk 209 mampu menghasilkan simulasi yang mendekati sama dengan sebenarnya baik itu mengenai visual instrument, bibtration, weather maupun sound nya.kemampuan simulator meliputi handing, combat attack, bombing, formation flying, instrument flying, multifunction. Fasilitas lainnya yakni air combat maneuver range yang digunakan semenjak tahun 1995 bertujuan untuk mempermudah para penerbang dalam melihat tingkat perkenaan target pada sat penerbangan melepaskan missile simulasi.
8. Fasilitas kesehatan lanud pekanbaru memberikan layanan kesehatan secara lengkap diantaranya poli umum, UGD, Gigi, rontgen, bedah dan lain-lain serta melayani kesehatan lapangan dengan tenda-tenda darurat jika diperlukan.
9. Polisi Militer merupakan satuan pengamanan obyek vital, pengamanan personil VIP/VVIP, pemberian tanda pengenal baik warga maupun personil di luar tni au serta sekaligus penegak disiplin di lingkungan tni au.
10. Batalyon 462 paskhas memiliki tugas pokok membina kemampuan dan kekuatan paskhas dalam mempertahankan alat utama system persenjataan, pangkalan, instalasi tni au, pengendalian tempur, SAR tempur serta operasi lainnya.
11. Pabrik Zat asam 733 adalah penghasil oksigen dan nitrogen yang mulai beroperasi tahun 1995 guna mendukung satuan-satuan pengguna antara lain skadron udara 12, skatek 045, rumkit, sarana bantuan dan lainya.
Demikianlah sekelumit pangkalan tni au pekanbaru.
Spiritual Eating
From "If the Buddha Came to Dinner: How to Nourish Your Body and Awaken Your Spirit" by Halé Sofia Schatz with Shira Shaiman:
In my experience, I have found the discipline of nourishing our bodies to be an amazingly effective vehicle for spiritual development and transformation. How can food and feeding ourselves be a spiritual practice? Food is one of our primary human needs. Every day, multiple times a day, we put something in our mouths. When we consume food without much thought beyond its taste, it’s call eating. You know what eating looks like: It’s the compulsive reaching into the potato chip bag; eating when you’re full because food is just there; grabbing a quick bite for lunch between meetings; indulging our taste buds while ignoring how our bodies feel.
When we make deliberate food choices based on our needs for physical energy, mental clarity, creativity, and focus, I call this feeding oneself. I use these terms to emphasize the difference between mindless consumption and purposeful, conscious fueling. The term feeding oneself also shows how transformational nourishment requires two components: the part of ourselves that does the nourishing (feeding) and the part that receives it (oneself). When we feed ourselves, we are aware and responsive to our particular needs for nourishment in the present moment.
Public Relation Sarana Membangun Citra
Pendahuluan
• Kemampuan berkomunikasi & interaksi dgn masy DN maupun LNÃ tuntutan masy global
• Setiap orang/organisasi/institusi berkepenting- an memproyeksikan Citranya yang baik
• Sorotan masy thd Citra TNI sbg bag Orba à Tuntutan tugas PR TNI/TNI AU mengemuka Perlu pemahaman Fungsi, Peran, Sasaran, Konsepsi dan Strategi PR TNI/TNI AU
Pokok Bahasan
Pendahuluan
Pemahaman Public Relations
Permasalahan Citra TNI
Perang Informasi & Kebebasan Pers
Konsepsi / Strategi PR TNI AU
Penutup dan Kesimpulan
Pengertian dan Fungsi PR
PR adalah seluruh upaya yg dilakukan scr terencana dan berkesinambungan dlm mencipta & memelihara niat baik & saling pengertian antara satu organisasi dgn segenap khalayaknya (British Institute of PR)
PR adalah semua bentuk komunikasi yg terencana baik ke dlm maupun ke luar, antara satu organisasi dengan semua khalayaknya dlm mencapai tujuan berdasarkan saling pengertian (Frank Jefkins)
Peran dan Sasaran PR
Penasehat Ahli (Expert prescriber)
Fasilitator Komunikator
Fasilitator Pemecah Masalah
Teknisi Komunikasi
Membangun Identitas / Citr Menghadapi Krisis / pulihkan Citra
PR bukan tugas yg ringan, dibutuhkan puan komunikasi, organisasi, integrtitas personal, imajinasi, ingin tahu, peneliti & puan evaluasi
Pemahaman Citra
Citra adalah gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, institusi atau produk2 ( Depdikbud 1995 )
(Frank Jefkins, 1992)
• CITRA BAYANGAN (Mirror Image) Citra yg dianut orang dalam mengenai pandangan luar thd organisasinya à tdk ssi kenyataan / ilusi
• CITRA YG BERLAKU (Current Image) Citra yg dianut pihak luar mengenai organisasi à tdk ssi kenyataan, krn pengetahuan terbatas
• CITRA YG DIHARAPKAN (Wish Image) Citra yg diinginkan manajemen à konotasi baik, dirumuskan utk sesuatu yg baru sblm masy tahu
• CITRA PERUSAHAAN (Corporate Image) Citra organisasi keseluruhan, terbentuk dr sejarah riwayat, keberhasilan, stabilitas, reputasi, komitmen
Perang Informasi dan Kebebasan Pers
Fenomena Global, penyelesaian konflik tidak dilakukan dgn perang konvensional tetapi melalui sarana politik, ekonomi, budaya dan Informasi.
Perang Informasi berkaitan erat dgn munculnya gejolak di tengah2 kehidupan masyarakat, & dgn euphoria kebebasan pers / kebebasan berpendapat
TNI AU perlu kendalikan informasi yg berpotensi merusak sendi2 kehidupan TNI / TNI AU
Strategi PR TNI AU
Cara mencapai sesuatu dgn sarana yg tersedia (Vademikum Seskoau, 1997)
Means (kemampuan yg ada)
Ways (upaya2 yg dilakukan)
Ends (tujuan yg hendak dicapai)
Utk memilih strategi yg tepat harus didukung analisa pemetaan sit yg tepat,yang tercermin pd pemahaman ttg : Tugas pokok,Tantangan, Peluang dan Kendala
Tugas Pokok PR TNI AU
Dalam struktur organisasi TNI AU, Dispenau memikul tugas & tg jawab melaks PR TNI AU.
Penerangan Pasukan (Penpas) Bin ke dalam, sampaikan bijak pimp TNI AU untuk bin moril, kat kinerja anggota / satuan dll
Penerangan Umum (Penum). Sifat ke luar, utk jelaskan bijak pimp TNI AU, permasalahan TNI AU pd masyarakat luas Penum dan Penpas mrpk proses terpadu dlm pembangunan Citra TNI AU
Tantangan dan Kendala
Tuntutan puan utk Cipta Opini Publik, yg bersifat internal (Penpas) maupun eksternal (Penum) dlm membangun Citra TNI AU
Dendam politik sebagian masyarakat atas kebijakan / tindakan TNI masa lalu
Keterbatasan dana utk wujudkan profesionalitas SDM / Alsuspen TNI AU ssi harapan
Rendahnya take home pay prajurit à tergoda lakukan pelanggaran penuhi kebut se-hari2
Adanya sebagian media massa yg memiliki agenda setting utk menyudutkan TNI
Peluang
Semakin dewasanya publik dlm cermati masalah tetap solidnya TNI AU meski hadapi tantangan
Adanya penyesuaian doktrin, etika kepemimpinan, kultur & isu2 lain ssi perkembangan demokrasi
Semakin rasional & selektifnya masyarakat dlm menyikapi / memaknai berita di media massa
Pemberdayaan SDM
Merubah / memacu SDM penerangan dari pendukung menjadi suatu Task Forceà Satgaspen yang profesional
Pola penugasan, pendidikan dan pelatihan, kerjasama dgn instansi/pakar komunikasi utk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dlm hadapi era perang informasi
Upaya yg ditempuh (Ways)
Membuka dialog yg berintikan pd restorasi, perluasan komunikasi, penjernihan masalah, untuk kurangi simpul2 Line of Communication
Melakukan kerjasama dan kunjungan pada berbagai media massa / Instansi / pakar
Memenuhi berbagai undangan, forum diskusi kajian ilmiah bidang kehumasan dll
Mengcounter dan mengeliminasi berita negatif yg tidak proporsional ssi UU, Kode Etik, norma
Media utk Counter Issue Landasan Faktual, Rasional & Proporsional
Jalur Hukum
Media Massa
Tanggapan / komentar akademisi
Pakar yg ahli dlm bidangnya
Lembaga pengkajian + poling pendapat
Press Conference
Tujuan Akhir (Ends)
Terjciptanya Line of Comunication untuk membangun kesepahaman (mutual respect) menuju saling percaya (mutual trust)
Dgn adanya mutual trust kinerja & sistem dlm proses pembangunan bangsa lebih solid, efektif dlm mewujudkan masa depan bangsa yg lebih baik
Kesimpulan
Persoalan kehidupan bangsa & Negara pada era global sangat dinamis / fluktuatif à Intensitas ber-ubah2
PR tidak mudah diprogramkan scr baku
Profesionalitas SDM mengacu pd teori dan norma sesuai perubahan yg ada
Trial & Error menuju strategi PR yg lebih baik dlm upaya membangun Task Force menjadi Satgaspen yang profesional
HUT TNI
TNI Angkatan Udara mengemban tugas mulia untuk melaksanakan amanat dari seluruh rakyat Indonesia. Sungguh! Bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan tersebut. Mengingat masih sangat terbatasnya alutsista yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, ditambah masih sangat kurang dan terbatasnya pemahaman Air Power oleh masyarakat Indonesia, bagi kepentingan Pertahanan dan keamanan Bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun berbekal semangat pengabdian, jiwa juang yang tinggi dan kebanggaan akan tugas yang diemban, TNI Angkatan Udara akan selalu siap mengawal dan mempertahankan wilayah udara Nasional demi keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berdaulat dan kita Cintai ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi setiap pelaksanaan tugas mulia yang sedang dan akan kita jalankan ini.
&
Semoga TNI Angkatan Udara semakin Besar dan Jaya di Udara.
Pembebasan Sandera ( Bravo )
Perlu diketahui bahwa pada saat operasi perebutan Lanud Operasi dilaksanakan tahapan awal operasi yaitu dengan infiltrasi Tim Bravo di sasaran Satrad 232 dengan tugas sabotase, merebut kembali radar GCI dan saat melaksanakan tugas terjadi peristiwa penyanderaan para personel Satrad yang dilakukan oleh pihak musuh yang sudah terdesak. maka Tim Bravo Paskhas melaksanakan operasi pembebasan sandera. Tahapan operasi pembebasan sandera, tim Bravo berhasil melumpuhkan para penyandera dan akhirnya para sandera dapat dibebaskan.
Nubika
Dalam mengoperasionalkan kembali Pangkalan yang telah direbut maka perlu dilakukan Sterilisasi Area yaitu pembersihan bom dan ranjau-ranjau yang diperkirakan masih aktif di sekitar Pangkalan Udara. Pelaksanaan sterilisasi area tersebut dilaksanakan oleh tim Bravo yang berkemampuan penanggulangan bom atau ranjau yang mengandung Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika) sehingga operasional Pangkalan Udara dapat benar-benar aman dan lancar.
Dalam operasi udara TNI AU ini dilibatkan pula Team Kesehatan Lapangan yang bertugas untuk melaksanakan perawatan medis kepada para prajurit yang menjadi korban dalam operasi perbutan Lanud Operasi.
SAR Tempur
Dalam ops perebutan dan penguasaan Lanud Operasi oleh Satuan Tempur Pasukan Khas terdapat prajurit yang terluka dan cidera, serta adanya 1 pesawat tempur TNI AU yang tertembak saat Serangan Udara Langsung oleh Penangkis Serangan Udara musuh dan penerbangnya dapat melaksanakan eject. Untuk menyelamatkan personil penerbang yang eject maka dilaksanakanlah Operasi SAR Tempur atau Combat SAR. Operasi SAR Tempur merupakan segala usaha dan tindakan yang dilakukan secara terencana dan terpadu dalam upaya mencari, menolong dan menyelamatkan personil dan atau materiil yang memiliki nilai taktis maupun strategis di mandala operasi.
Pesawat Hawk 100/200 yang dalam kegiatan SAR Tempur ini bertindak sebagai pesawat Escort yang akan melaksanakan straffing di lokasi yang merupakan kedudukan musuh yang sedangbergerak menuju lokasi survivor. Misi Straffing ini adalah menghambat gerak maju pasukan musuh yang hendak menuju ke lokasi survivor, menetralisir kekuatan musuh di sekitar lokasi survivor, disamping itu memberikan perlindungan bagi flight helikopter yang akan masuk ke lokasi survivor dengan memberikan perlindungan ataupun bantuan tembakan dari udara.
Setelah situasi dianggap aman, beberapa saat kemudian flight helikopter SAR Tempur yang berada di depan adalah pesawat NAS 332 Superpuma H-3213 yang membawa tim pengaman, terdiri dari 9 personil Combat SAR Paskhas. Tugas tim pengaman ini adalah untuk mengamankan, menetralisir ancaman dan tekanan musuh, mengamankan lokasi survivor dimana saat ini survivor berada di daerah musuh yang kondisi medannya tidak memungkinkan bagi pesawat helikopter untuk mendarat, sehingga penurunan pasukan pengaman akan dilaksanakn dengan menggunakan Teknik Fast Rope. Sementara itu terlihat di kejauhan pesawat SA-330 Puma HT-3316 yang membawa tim penolong melaksanakn holding sambil menunggu daerah dinyatakan aman oleh tim pengaman. Setelah pesawat Superpuma H-3213 menurunkan tim pengaman, selanjutnya akan terbang menuju daerah aman di holding point. Tampak dan terdengar oleh kita bahwa masih terjadi kontak senjata antara tim pengaman dan pasukan musuh.
Setelah daerah dapat diamankan, tim pengaman akan memberikan tanda / signal asap berwarna........ sebagai tanda bahwa lokasi dinyatakan aman. Pesawat Puma HT-3316 sebagai pesawat tim penolong akan menurunkan tim penolong yang terdiri dari 6 personil Paskhas akan masuk ke lokasi survivor dengan melakukan penurunan dengan teknik Rappeling, dimana tali diturunkan setelah pesawat hover 100 feet di atas sasaran. Sisa tali di atas permukaan tanah kurang lebih 2 meter untuk safety pasukan yang meluncur turun. Begitu pasukan selesai melaksanakan Rappeling maka pesawat Puma selanjutnya akan terbang menghindar menuju ke holding point. Tim pengaman dan tim penolong sudah berhasil menemukan survivor dan selanjutnya tim penolong akan melakukan pertolongan terhadap survivor dengan memberikan tindakan medis terbatas atau P3K yang diperlukan sebelum dilaksanakan evakuasi.
Tanda asap warna ….. telah diberikan kepada helicopter sebagai tanda bahwa survivor sudah siap dievakuasi. Selanjutnya pesawat Puma HT-3316 akan melaksanakan pengambilan survivor dengan Teknik Hoist. Survivor akan diambil dengan jangkar dan didampingi oleh salah satu personil tim penolong. Selain dengan menggunakan jangkar ada juga teknik hoist dengan menggunakan jarring/net, dalam hal ini digunakan apabila survivor benar-benar terluka parah. Setelah survivor dimasukkan ke dalam pesawat maka selanjutnya pesawat Puma airborne menuju ke holding point
Setelah survivor berhasil dievakuasi personil tim pengaman yang berada di lokasi sasaran segera bergerak melakukan pelolosan atau exfiltrasi menuju daerah aman yang telah dikuasai dan memungkinkan pesawat helicopter mendarat untuk melaksanakan Airlanded. Sementara itu pesawat Hawk 100/200 tetap memberikan pengawalan dan penyekatan dengan memberikan bantuan tembakan udara terhadap kedudukan musuh. Pesawat Superpuma H-3213 melaksanakan penjemputan pasukan yang masih ada dengan cepat guna menghindari ancaman musuh selanjutnya.
Selanjutnya kedua pesawat helikopter akan bergabung kembali keluar dari mandala operasi dengan tetap mendapatkan kawalan dari Flight Hawk 100/200 yang melaksanakan Air Cover. Survivor yang berhasil diselamatkan selanjutnya dievakuasi ke garis belakang untuk mendapatkan tindakan medis oleh tim Kesehatan lapangan.
Jun Bekal Ulang
Setelah droping Team Pengendali Pangkalan dilaksanakan, dilanjutkan dengan misi melaksanakan Droping Bekal Ulang terhadap pasukan kawan yang bergerak untuk memukul mundur pasukan musuh. Selain itu, bekal ulang ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Team Fasilitas dan Konstruksi serta Team Kesehatan Lapangan yang bertugas di Mandala Operasi.
Kita saksikan dari arah selatan (Kanan dari podium), dengan profile penerbangan High-Low-High pesawat CN 235-100M dan F-27 Troopship akan melaksanakan Droping Bekal Ulang dengan pola Low Level Free Cargo Drop (LLFCD). Melalui konfigurasi terbang pada ketinggian 10 feet AGL dengan kecepatan pesawat 110 – 120 KIAS, bekal ulang diberikan pada pasukan di ground.
Selanjutnya bekal ulang yang telah dijatuhkan tersebut akan didistribusikan kepada satuan-satuan yang bergerak didarat guna tercapainya keberhasilan dan kesuksesan seluruh misi dan tugas yang diemban oleh personil TNI Angkatan Udara.
Drop Bekul
Droping Team Dallan dilakukan oleh CN 235-100M yang merupakan hasil karya dari Putra-Putri Bangsa Indonesia. Pesawat angkut sedang yang diproduksi oleh Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN)-Bandung ini, memiliki spesifikasi yang sangat unik. Dengan kemampuan Short Take Off and Landing pada panjang landasan 900 meter serta penggunaan fuel / bahan bakar yang sangat hemat yaitu 1000 lbs/hour, sehingga mampu mencapai Endurance (Waktu Terbang) selama 9 jam, pesawat ini menunjukkan kehandalan dan ketangguhannya. Suatu kebanggan bagi kita sebagai Bangsa Indonesia bahwa kita telah mampu memproduksi pesawat terbang yang kemampuannya telah diakui oleh dunia Internasional, mengingat banyak negara yang menggunakannya, baik dalam penerbangan sipil maupun bagi kepentingan militer. Diantaranya sebagai Maritim Patrol, VIP dan lain-lain.
Sementara Pesawat F-27 TS yang termasuk pesawat angkut sedang merupakan produksi dari Fokker VFW Netherland dan memiliki kemampuan Multi Mission. Sebagai sarana pengangkut personil dan barang, Droping personil dan barang dalam pola Terjun Static ataupun Free Fall, Free Cargo Drop.
Medivac Udara, Pesawat Komando dan Pengendalian (Kodal), misi VIP, dan masih banyak lagi misi yang mampu dilakukan oleh pesawat ini.
Selain itu, banyak negara di dunia yang mengoperasikan jenis pesawat ini untuk melaksanakan penerbangan perintis ke wilayah-wilayah terpencil mengingat kemampuan dan kehandalan pesawat ini.
Penerjunan Team Pengendali Pangkalan
Pangkalan Udara merupakan salah satu komponen kekuatan TNI Angkatan Udara yang mempunyai peranan yang sangat penting untuk mendukung pelakanaan operasi udara dan operasi gabungan. Pangkalan Udara beserta fasilitas, alat peralatan, dan perlengkapan pendukungnya harus dapat mendukung operasi penerbangan baik dalam keadaan aman, rawan maupun gawat. Oleh sebab itu diperlukan satuan yang mampu menghidupkan dan mengoperasikan pangkalan udara khususnya dalam situasi rawan dan gawat. Satuan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Tim Pengendali Pangkalan atau disingkat Tin Dallan.
Dengan berhasil direbut dan dikuasainya sasaran-sasaran tersebut maka dilaksanakanlah Eselon Susulan yang berupa penerjunan Team Dallan (Pengendali Pangkalan ) dan Bekal Ulang.
Proses penerjunan Team Pengendali Pangkalan (Dallan) dengan menggunakan Pesawat F-27 TS dan CN 235-100M.
Kedua jenis pesawat ini merupakan inti dari kekuatan Skadron Udara 2 yang termasuk dalam jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dengan Call Sign ”......... Flight” Pesawat F-27 TS dan CN 235-100M akan melaksanakan misi Penerjunan 22 personil yang termasuk dalam Team Pengendali Pangkalan (Dallan). Lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma - Jakarta sebagai pangkalan induk, formasi Merpati Flight yang terdiri dari pesawat A-2707 dengan total awak 8 orang, dan A-2302 dengan 8 crew, terbang menuju sasaran yang sebelumnya telah berhasil direbut oleh Satuan Tempur Pasukan Khas. Adapun profile penerbangan yang digunakan adalah High-Low-High dengan posisi formasi String Up..
Pesawat dengan membawa Team Pengendali Pangkalan (Dallan) mendekati Droping Zone. Proses penerjunan akan dilaksanakan dengan konfigurasi terbang pada ketinggian 1000 feet AGL, dengan kecepatan 110 – 120 KIAS. Penerjunan ini dilaksanakan dalam 1 Sortie.
Tim Pengendali Pangkalan pasukan khas TNI AU memiliki kemampuan dan keterampilan matra udara tentang pengoperasian dan penyelenggaraan dukungan operasi penerbangan dimandala operasi. Kemampuan ini meliputi kemampuan diterjunkan ataupun didaratkan ke sasaran di daerah operasi bersama eselon serbuan ataupun eselon susulan, taktik dan teknik pertempuran didarat mampu mengoperasikan fasilitas dukungan operasi penerbangan yang meliputi, PLLU, Meteorologi, Komlek, GSE, Zeni Lapangan, PK, Permi, DAAU, Para Medis/Keslap. Sebagai eselon susulan dalam operasi udara memiliki tugas pokok menghidupkan dan mengoperasikan kembali pangkalan udara yang sudah berhasil direbut dari musuh ataupun masih dibawah ancaman musuh untuk dapat digunakan tumpuan udara depan dalam rangka mendukung operasi lanjutan dalam operasi gabungan.
Jun Satuan Tempur Pasukan Khas
Dalam rangka Fire Power Demo 2007 TNI Angkatan Udara ini kita akan menyaksikan bersama pesawat angkut kebanggaan TNI Angkatan Udara, yaitu 4 pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma – Jakarta, serta 2 pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrahman Saleh – Malang.
Formasi Hercules ini dikawal oleh pesawat F-5E Tiger sebagai Escort. Ada informasi bahwa pesawat-pesawat Hercules tersebut dihadang oleh pesawat tempur negasor, sehingga terjadi pertempuran udara (Dog Fight) antara F-5E Tiger dengan pesawat musuh. Pesawat F-5E Tiger berhasil menembak jatuh pesawat tempur musuh tersebut.
Formasi 6 pesawat C-130 Hercules ini menggunakan Call Sign “ Kasuari Flight ”. Lima (6) pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan membawa 240 personil Pasukan Payung andalan TNI AU yaitu Pasukan Khas TNI AU.
Dengan profile penerbangan High-Low-Low-High, keenam pesawat Hercules ini akan take off bersama selanjutnya bergerak bersama menuju sasaran dalam bentuk “TACTICAL FORMATION”. Formasi pesawat Hercules ini akan melaksanakan Droping 240 personil Satuan Tempur Pasukan Khas. Dengan berpedoman pada data dan informasi yang diberikan oleh Team Dalpur yang telah diterjunkan sebelumnya, formasi Hercules bergerak menuju sasaran.
Team Pengendali Tempur Pasukan Khas ini membantu dalam proses droping pasukan dengan memberikan data-data tentang DZ ( Droping Zone), arah dan kecepatan angin, visibility, perawanan serta mengarahkan pesawat saat proses droping berlangsung.
Diawali dengan Slow Down, Penerjunan Satuan Tempur ini akan dilaksanakan pada ketinggian 900 feet AGL dan melaju dengan kecepatan 125-130 Knots. Dan seluruh proses penerjunan dilaksanakan dalam 1 Sortie.
…….. Flight pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dalam Formasi Tactical telah berada tepat diatas Droping Zone. Diawali dari pesawat Leader proses penerjunan Satuan Tempur Paskhas dimulai. Jarak antar pesawat Hercules yang adalah 500 feet String Up. Dan ini merupakan formasi penerjunan pasukan yang digunakan oleh pesawat Hercules dihampir seluruh kekuatan udara di dunia.
C-130 Hercules yang diproduksi Lockheed Aircraft Corp-USA, merupakan pesawat angkut berat dengan kemampuan Multi Fungsi. Selain sebagai sarana pengangkut barang dan personil, Hercules juga dapat digunakan dalam misi Dropping pasukan dan barang, dengan pola terjun static ataupun Free Fall, CDS (Compartment Delivery System), LLFCD (Low Level Free Cargo Drop), KMU, maupun misi VIP. Ini semua dapat dilaksanakan dalam segala situasi, baik Combat Mission (Operasi Militer Untuk Perang) ataupun dalam OMSP (Operasi Militer Selain Perang), termasuk dalam segala cuaca, All Weather Operation !.
Formasi Tactical ini akan lebih mudah dan terkontrol dengan baik serta akurat apabila setiap pesawat dilengkapi dengan SKE (System Keeping Equipment). Dengan system yang dijalankan, melalui display yang ada dalam pesawat dapat diketahui posisi dan distance / jarak antar pesawat kawan. Hal ini sangat membantu dalam proses Tactical Formation yang sering dilaksanakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan tugas mulia yang dibebankan, demi Nusa dan Bangsa tercinta.
Setelah proses penerjunan pasukan berhasil dilaksanakan dengan baik dan aman, maka seluruh pesawat Hercules ini escape menuju ke pangkalan induk. 3 pesawat menuju ke Pangkalan Udara Medan, 3 pesawat menuju Pangkalan Udara Pekanbaru.
Adapun seluruh Satuan Tempur Pasukan Khas setelah mendarat dilanjutkan melaksanakan konsolidasi untuk mengambil langkah yang tepat dalam proses penyerangan terhadap posisi dan kedudukan musuh / lawan. Selain itu pasukan ini akan melaksanakan pengamanan terhadap obyek-obyek vital disekitar aerodrome yang telah dikuasai.
Dalam operasi perebutan Pangkalan Udara Operasi ini, Pasukan Khas dibentuk dalam satuan tugas setingkat Batalion, yang terdiri dari 1 Batalyon Team Pertempuran (BTP). BTP Paskhas ini dibentuk dengan tujuan agar operasi perebutan Lanud Operasi dapat berlangsung secara efisien dan efektif. Sasaran-sasaran yang harus direbut oleh BTP Paskhas tersebut antara lain Gudang Persenjataan, Base Operations, Suply Warehouse, Communication Center dan Gudang Perminyakan.
C-212 melaksanakan BDA (Actual : 5000 Feet AGL)
Setelah dilaksanakan Serangan Udara Langsung oleh pesawat tempur Hawk 100/200 dan sistem pertahanan udara negasor lumpuh, maka dilanjutkan dengan kegiatan BDA (Bomb Damage Assisment) oleh pesawat Cassa 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurahman Saleh.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meyakinkan bagaimana hasil perkenaannya serta melihat berapa persen kerusakan yang diakibatkan oleh serangan pesawat tempur tadi. Pesawat A-21... dengan call sign “…… Flight” lepas landas dari Pangkalan Udara Halim PK. Setelah diyakinkan melalui hasil photo udara bahwa 2 site PSU (Penangkis Serangan Udara) negasor yang berada di ujung landasan hancur, untuk menguasai di darat selanjutnya akan dilaksanakan Penerjunan Tactical Satuan Tempur Pasukan Khas dalam rangka perebutan dan penguasaan kembali Pangkalan Udara Operasi yang saat ini dikuasai oleh Negara Agresor.
Simulasi Serangan Udara Strategis 3 F-16 & 4 F-5 E Tiger

Profile attack yang dilaksanakan untuk penghancuran sasaran musuh akan ditampilkan di hadapan kita. F-16 Fighting Falcon akan melancarkan serangan ke Markas Komando Pengendalian di wilayah Negasor yang berada di Lanud Operasi yang saat ini diasumsikan Markas Komando Pengendalian tersebut berada di AWR Buding, Tanjung Pandan.
Penghancuran ini bertujuan agar pasukan musuh yang ada digaris depan terputus, sehingga tanpa adanya kendali dari Pusat Komando dan Pengendalian negasor, makin mudah bagi pasukan kawan untuk melaksanakan penghancuran dan perebutan wilayah negasor.
3 pesawat F-16 akan melaksanakan simulasi penyerangan sasaran negasor. Ke-3 pesawat F-16 yang berasal dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dipimpin oleh Flight Leader.
Pesawat F-16 Fighting Falcon, terbang pada ketinggian 500 feet AGL, dan pada jarak 4 nm dari sasaran akan melaksanakan pop up sampai ketinggian 5000 feet dengan kecepatan mencapai 490 kts akan menuju sasaran dengan sudut dive 20 derajat. Setelah mencapai altitude 2500 feet, ke-3 F-16 akan melepas bom MK-82 sehingga akan mengenai target dengan tepat. Keakurataan dalam menghancurkan sasaran sangat dibantu oleh sistem avionic yang canggih yang terdiri dari Inertial Navigations Systems serta Flight System Air Data.
Setelah penyerangan dari ke 3 pesawat F-16, pesawat tempur Hawk 100/200 dari Lanud Halim PK melaksanakan Serangan Udara Langsung terhadap 2 site PSU yang berada di ujung landasan. Masing-masing pesawat Hawk 100/200 melaksanakan profile attack secara individual.
Dengan jarak antar pesawat 1,8 nm atau sekitar 15 detik, pesawat akan melaju dengan kecepatan 410 kts, setelah mencapai jarak 3,5 nm dari sasaran, pesawat akan pop up sampai ketinggian 3500 feet. Setelah mencapai ketinggian tersebut, pesawat akan mengarah ke sasaran dengan sudut dive 10 derajat, dan roket-roket akan diluncurkan pada release altitude, yaitu 1000 feet AGL. Dengan hancurnya Penangkis Serangan Udara negasor, maka operasi udara lainnya aman dilaksanakan, mengingat tidak ada ancaman dari sistem pertahanan udara musuh yang berada di darat.
Dalam kegiatan Serangan Udara Langsung ini , di ketahui bahwa 1 pesawat tempur kita jatuh terkena serangan Penangkis Serangan Udara Negasor, tetapi pilotnya dapat menyelamatkan diri (Eject) dan segera melaksanakan Survival, Evasion, Resistance and Escape (SERE). Berkat adanya alat ELT (Emergency Locator Transmitter), Komando atas dapat mengetahui posisi pilot yang jatuh sehingga segera direncanakan dan dilanjutkan pencarian oleh Heli Combat SAR.
Serangan Udara Strategis dan SUL
Pesawat-pesawat tempur TNI AU akan melaksanakan Operasi Serangan Udara Strategis ke Pangkalan Operasi dan Serangan Udara Langsung (SUL). Tampilan di Air Weapon Range AWR Buding yang secara live akan kita lihat kegiatan sesungguhnya. Serangan pesawat-pesawat tempur ini dilancarkan dalam rangka melumpuhkan kekuatan udara dan sasaran yang bernilai strategis milik negasor. Dengan lumpuhnya kekuatan udara dan hancurnya Markas Komando serta Pengendalian Negasor tersebut, di harapkan negasor tidak mampu mengadakan perlawanan dan kemampuan untuk melanjutkan perang.
Dengan TOT ….. Wib, ke-3 pesawat F-16 Fighting Falcon, 4 pesawat Hawk 100/200 dan 4 pesawat F-5 E Tiger lepas landas dari Pangkalan Udara Halim PK. Masing-masing pesawat membawa persenjataan Bomb MK-82 serta Rudal AIM9-P4 Sidewinder, dengan misi untuk menghancurkan Markas Komando dan Pengendalian di Lanud Operasi.
Sementara itu pesawat-pesawat tempur Hawk 100/200 dengan TOT … Wib take off dari Lanud Halim PK membawa persenjataan Rocket FFAR (Folding Fin Aircraft Rocket) akan melaksanakan misi Serangan Udara Langsung ke Lanud Operasi yang akan menghancurkan sasaran berupa Penangkis Serangan Udara (PSU), pusat komunikasi, Landasan Pacu, pesawat Udara, pangkalan peluru kendali, Gudang Amunisi dan Gudang Bahan Bakar Minyak dan Pelumas, industri penerbangan `serta Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Negasor.
Penerjunan Team Dalpur Pasukan Khas TNI AU
Penerjunan Tim Dalpur (Pengendali Tempur) Skadron 461 Paskhas, yang diterjunkan dengan menggunakan pesawat F-27 Troopship Skadron Udara 2. Pesawat F-27 TS yang merupakan salah satu inti kekuatan Skadron Udara 2 Dengan tingkat profesionalisme dan kehandalan serta kemampuan yang tinggi, penerbang – penerbang TNI Angkatan Udara tersebut berusaha untuk melaksanakan tugas mulia yang diemban demi kejayaan negera dan bangsa tercinta, Indonesia.
Tim Pengendali Tempur ( Dalpur ) Paskhas yang akan diterjunkan ini terdiri dari 13 personil Pasukan Khas. Personil – personil Tim Dalpur ini dibekali dengan kemampuan / kualifikasi khusus. Didalam Operasi – operasi tempur sebenarnya, Tim Pengendali Tempur Paskhas memiliki tugas khusus sebagai pengemban misi Infiltrasi Trimedia baik melalui media darat, laut dan udara. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh 3 Satuan Khusus di TNI yang salah satunya adalah Pasukan Khas. Perlu diketahui oleh hadirin sekalian bahwa selain kemampuan dasar keprajuritan, personil Pasukan Khas yang tergabung dalam Tim Pengendali Tempur ini juga dibekali dengan kemampuan-kemampuan Khusus Matra Udara antara lain Combat Free Fall melalui tekhik HALO/HAHO, Penguasaan Radio Komunikasi/Controller, Meteorologi, Combat Freefall, Zeni Lapangan, Intelijen Tempur, Operasi SAR Tempur Terbatas, Para Medis/Keslap, PLLU/ATC, Penentuan dan Pengamanan Droping Zone, Landing Zone dan Extraction Zone, Pengendali tembakan udara serta kemampuan – kemampuan lainnya yang tidak mudah untuk mencapainya. Diperlukan pendidikan khusus untuk mencapai tahapan – tahapan kemampuan-kemampuan khusus tersebut. Tim Dalpur ini membantu dalam proses droping pasukan dengan memberikan data-data terkait DZ ( Droping Zone), diantaranya arah dan kecepatan angin, visibility (Jarak Pandang), perawanan serta mengarahkan pesawat melalui komunikasi radio saat proses droping pasukan berlangsung.
Pesawat F-27 Troopship Skadron Udara 2 Lanud Halim A-2706 dengan segala kehandalannya sesaat lagi akan melaksanakan proses penerjunan Tim Pengendali Tempur Pasukan Khas. Dengan profile penerbangan High-High-High, pesawat F-27 TS akan melaksanakan proses penerjunan pada ketinggian 5000 Ft AGL dan melaju pada kecepatan 110 – 120 Kts.
13 personil Tim meloncat dari pesawat F-27 TS. Dalam Operasi Penyusupan melalui udara saat ini, mereka menggunakan metoda HALO (High Altitude Low Opening). Pembukaan parasut dilakukan Tim Dalpur secara bertahap setelah mencapai ketinggian 4000, 3500 dan 3000 Ft. Adapun jenis parasut yang digunakan adalah jenis Parasut Mach III. Parasut jenis Mach III ini merupakan Parasut Tempur yang cocok dan banyak digunakan oleh Pasukan Elit (Special Force) hampir di seluruh dunia. Penggunaan parasut ini berkaitan dengan kemampuan, fleksibilitas dan kehandalannya didalam membawa beban yang cukup banyak dan berat. Tidak hanya senjata dan amunisi, tetapi juga perlengkapan tempur lengkap yang nantinya akan digunakan di mandala operasi. Perlengkapan lain yang juga dibawa oleh Tim Dalpur diantaranya Alkom, Meteo Equiptment, Medical Set, Peralatan SAR tempur terbatas dan peralatan – peralatan Portable yang canggih untuk kepentingan Operasi Udara. Mereka melakukan komunikasi diudara dengan membentuk Formasi Stage.
Formasi ini digunakan untuk memudahkan pengaturan dalam mencari titik koordinat pendaratan yang sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan pada laporan Intelijen yang masuk tentang situasi dan kondisi wilayah musuh. Formasi ini dipimpin oleh seorang Leader yang telah ditunjuk bersama oleh Tim sebelum misi berjalan
Setelah mendarat, personil Dalpur ini melakukan Perkiraan Medan Taktis dan Perkiraan Medan Musuh. Selanjutnya Konsolidasi dilaksanakan dalam 1 titik kumpul (Rendevouz Point). Dalam konsolidasi ini dilaksanakan pengecekan kekuatan dan kondisi personil dan barang yang dibawa secara perorangan maupun Tim, dilanjutkan dengan pelaksanaan gelar peralatan. Tahapan berikutnya tiap personil dari Team Dalpur tersebut melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai telaah tugas yang dibebankan. Diantaranya penyiapan dan pengamanan titik Droping Zone, Analisa cuaca yang ada di sekitar Droping Zone serta mempelajari situasi dan kondisi yang ada melalui sudut pandang Intelijen. Semua itu dilaksanakan dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi dan saling menjaga (Cover) diantara sesama anggota Tim Dalpur tersebut. Sebagai Tim Infiltrator maka kerahasiaan dalam setiap gerakan merupakan kunci utama keberhasilan tugas. Sesudahnya, personil yang memiliki kemampuan radio komunikasi dan controller melakukan kontak radio dengan pesawat yang akan melaksanakan penerjunan Satuan Tempur. Terlihat dihadapan kita, Tim Dalpur sedang melaksanakan pergerakan dalam proses mempersiapkan dan mengamankan DZ (Droping Zone).
Pengintaian B-737 (Actual : 5000 Feet AGL)
Pesawat B-737 Intai Strategis dengan tail number AI -73.. melintas dalam rangka melaksanakan Operasi Pengintaian dan Photo Udara yang diasumsikan diatas sasaran. Hasil dari pengintaian dan foto udara ini nantinya akan digunakan oleh pesawat-pesawat tempur TNI AU untuk melaksanakan Operasi Serangan Udara.
Pesawat B-737 diawaki oleh Captain Pilot dan 13 crew, lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma. Sebagai pesawat Intai Strategis, B-737 memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan tugas-tugas Operasi Gabungan TNI pada umumnya dan TNI AU pada khususnya. Operasi pengintaian selalu digunakan sebelum dan sesudah dilaksanakan Operasi Lawan Udara Ofensif sehingga diharapkan penembakan dari udara ke darat yang dilakukan oleh pesawat tempur memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena telah memiliki data-data yang lengkap. Pesawat ini dilengkapi dengan Peralatan Radar Cuaca, dan Pencarian Target serta Kamera untuk pengambilan photo daerah ataupun target yang mencurigakan dari ketinggian 15.000 feet secara efektif, sehinga relatif aman dari serangan darat ke udara yang dilakukan oleh musuh.
GLOSSARY OF NAVIGATION
1. Absolute Altitude : Actual altitude above the surface of earth
2. CDI : Course Deviation Indicator. A visual display of distance offset from desired course.
3. GPS : Global Positioning System. a satellite based navigation system.
4. ICAO : International Civil Aviation Organisation.
5. Intersection : The crossing of two VOR radials or victor airways
6. MEA : Minimum Enroute Altitude
7. MESA : Minimum Enroute Save Altitude to destination waypoint. allowing 1000 ft of clearance over highest terrain.
8. MGRS : Millitary Grid Reference System.
9. MSA : Minimum Save Altitude. Calculated for present position . allowing 1000 ft over highest terrain and obstacles in current geographic sector.
10. NDB : Non Directional Beacon.
11. SID : Standard Instrument Departure.
12. STAR : Standard Terminal Arrivals.
13. UTC : Universal Time Coordinate.
14. VOR : Very high frequency Omnidirectional Range. Transmitter used for aircraft navigation.
Tes Kesehatan Pra Nikah
Menikah merupakan impian bagi kaum haw ataupun kaum adam. Hal ini wajar dan lumrah kaena manusia diciptakan berpasang-paangan. Berbagai persiapan penting di agendakan seperti foto pre wedding, baju pengantin, persiapan akad nikah,ballroom reepsi dan banyak lagi yang lainnya. Semua dianggarkan secara spektakuler demi mendapatkan pesan indah penuh kenangan. Tapi apakah anda sadar ada hal yang penting dan murah dan paling berharga….
Mau tahu ????????
Tes kesehatan….
Tak banyak pasangan pengantin yang peduli akan hal ini. Dan tak jarang banyak pula yang sungkan untuk melakukannya karena ada stigma yang salah tentang tes kesehatan pra nika. Wah-wah-wah bias-bisa ga jadi nikah bila ternya ada suatu masalah yang seius tejadi jika tetap bersama. Mungkin itu komentar sebagian banyak orang. Walhasil, hal ini menjadi momok yang menghantui banyak pasangan untuk dengan adar melakukan pemeriksaan kesehatan pa nikah.
Ada beberapa hal pentng yang harus difahami oleh pasangan pengantin bahwa tes kesehatan bukanlah suatu pengadilan yang akan membatalkan rencana pernikahan. Sebaliknya, tes kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang mungkin muncul dari kondisi kesehatan dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatisipasinya. Banyak pasangan yang dating ketika sudah terlibat dengan masalah dan ingin cepat-cepat menyelesaikan masalahnya. Sebagai contoh ada pasien yang tidak mengetahui kalau ternyata suaminya tidak bias melakukan hubungan seksual karena penyakit dan berakibat parah karena keluarga terus mendesak agar mereka punya anak. Hal ini mengakibatkan depresi kedua pasangan tersebut. Atas ada ibu dengan obesitas yang meninggal sat melahirkan Karen segera hamil sesaat setelah menikah dn banyak lagi conto yang lainnya.
Intinya yang menjadi tujuan tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatan kedua paangan apah baik atau tidak, apakah ada indikasi yang riskan dan berpoteni menulari terhadap pasangannya, apakah mereka cukup sehat untuk melakukan hubungan seksual dan bagaimana status kesuburan mereka. Sedangkan tes yang dilakukan eliputi tes kesehatan fisik secara menyeluruh serta tes darah. Untuk mengecek kesuburan dilakukan dengan pengujian kadar sperma dan sel telur. Idealnya tes ini dilakukan 6 (enam) bulan sebelum menikah agar kedua pasangan cukup waktu untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut hingga menuju ke jenjang pernikahan. Prosentase gagl menikah dikarenakan tes ini sangatlah kecil. Bagi wanita disarankan melaksanakan pemeriksaan ke dokte spesialis kandungan, dan bagi pria ke ahli andrologi. Yang utama dilakukan adalah konsultasi dengan dokter karena merupakan langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.
Dari wawancara/konsultasi akan terungkap apa yang sebenarnya menjadi perhatian. Itu ebabnya dibutuhkan keterbuakaan dan kejujuran agar informasinya kurat. Sehingga dari data yang tekumpul dokter akan memperkirakan tes pa saja yang mesti dilakukan.
Jika dibandingkan dengan biaya pesta dan tek-tek bengeknya, tes kesehatan relative lebih murah. Tetapi banyak orang yang belum menjadi agenda dasar saat akan melangsungkan pernikahan. Dengan pemeriksaan dan vaksinasi yang dilakukan sebelum menikah, kedua pasangan mengungkapkan pertanggung jawaban mereka terhadap perkawinan, sekaligus juga terhadap calon anak yang akan dikandungnya nanti.
Memang tidak ada indikasi atau parameter yang menyatakan bahwa suatu pasangan harus melakukan tes ini, tetapi sebagai tndakan pencegahan sudah selayaknya siapapun melakukan tes ini. Dari pada mengeluarkan dana dengan ratusan juta tetapi pernikahan yang tidak langgeng kaena gannguan kesehatan? Iya ga ?
Toh tak ada salahnya jika mengagendakan tes kesehatan pra nikah ………demi masa depan.







