Rekan - rekan mungkin sudah pada tahu bahwasannya pesawat helikopter merupakan pesawat yagn unik karena karakteristiknya yang sangat berbeda dengan pesawat bersayap tetap (fix wing), contoh kecilnya seperti disaat helikopter akan melaksanakan lepas landas (take off) pergerakan stick (cyclic) kita gerakan ke depan sedangkan di fix wing justru ke belakang begitu juga disaat beberapa detik sebelum mendarat, pada helikopter menggerakan stick ke depan dan di fix wing kebalikannya.
Kali ini saya tidak membahas tentang itu, hanya memberikan sedikit tips sebelum pesawat helikopter akan mendaratkan di spot (area bukan landasan; seperti lapangan dan daerah terbuka yang cukup untuk didaratkan helikopter). Ada beberapa tahapan sebelum melaksankan landing, yakni High Recce, Low Recce, Dummy Approach, configurasi Pattern, dan Ground Recce. Dan untuk memudahkan, memastikan serta meyakinkan itu semua tipa-nya adalah SWAT. SWAT terdiri dari :
1. S untuk (S five). Yakni : Size (memperkirakan ukuran area/spot yang akan kita akan darati dengan pesawat kita apakah cukup atau tidak, Surrounding (ketinggian/obstacles yang rendah dan yang tinggi dari sisi mana saja), Surface (melihat permukaan berumput, berdebu, berair atau lain sebagainya), Shape (melihat bentuk spot-nya seperti bentuknya persegi panjang, kotak, bulat dll), Slope (melihat kemiringan spot yang kita tuju cukup aman apa tidak, dan kegiatan ini dilakukan saat melaksankan HIgh dan Low Recce. Sebagai catatan untuk memastikan secara yakin Slope dan Surface dapat terlihat jelas saat melaksankan Dummy Approach.
2. W untuk WIND CONDITION. Menentukan arah angin saat penting untuk menentukan dari mana arah kita akan mendarat (dan tentunya harus Head Wind atau Cross Wind) dikombinasikan dengan hasil pantauan dari 5-S diatas (Surounding). Untuk melihat arah angin bisa kita lihat dari alam sekitar seperti : asap pembakaran, bendera, gerakan daun dari pepohonan dll.
3. A untuk APPROACH. Menentukan procedure approach apa yang akan kita gunkan, Shallow, Normal atau Steep Approach, dan pastinya ditentukan dari obstacles apot dari arah kita akan mendarat.
4. T untuk TOUCH DOWN. hal yang tidak kalah penting adalah menentukan Touch Down point, dimana kita bisa bagi menjadi sepertiga (1/3) dari panjang spot sebagai patokan dimana kita akan menentukan Key Point saat di Final menuju landing. Misalkan panjang spot kit a360 ft maka 120 ft merukakan taouch down point kita dan kira-kira 420 ft dari taouch down point kita adalah key point kita.
Semoga tips SWAT dari saya dapat membantu dan menginngatkan rekan- rekan para Chopper. yang panstinya kita harus tetap Rilex, Sadar, Agresif dan atisipasi terhadap akselerasi.
0 comments:
Poskan Komentar