Indonesia’s Giant Military Force In 1960
-
[image: Indonesia's Giant Military Force In 1960]
*The 1960s, President Sukarno Era*.
Indonesia's military strength is one of the main, the largest, and...
Tips Test Flight Pesawat Ec 120 B Colibri
Yang jelas pelaksanaan Test Flight pesawat Ec 120 B Colibri harusw memenuhi standart Test Pilot baik secara kualitas dan administrasi. Pelaksanaan test flight disesuaikan dengan trouble dari pesawat itu sendiri dan tentunya sudah ada tabel ata chart dan apa saja yang harus dilakukan saat pelaksanaan test. Berikut hanya tips bagi para rakan-rekan dalam melaksanakan test flight Ec 120 b Colibri secara Global. Sebelum terbang laksanakan briefing terlebih dahulu dengan teknisi dan lakukan Pre flight dengan seksama sesuai prosedur. Perhatikan langkah selanjutnya sebagai berikut :
1. Sebelum start setelah "battery on" W/l yang menyala adalah : GENE, PITOT, ENG,FUEL HORN, MGB,TWIST GRIP, HORN, BATT (kalau menggunakan APU)
2. Saat booster pump di "ON" kan fuel flow akan menunjukan 30-50 Kg/hrs
3. Setelah melaksankan start cx NG kurang lebih di 65% dan laksankan star normal sesuai prodesure.
4. Saat hydroulik cx, cx lacu minimal 25 detik kondisi cyclic dalam keadaan normal (tdk delay dan seret W/L menyala. Dan saat lacu di "ON" kan kembali maksimum dalam waktu 3 detik W/L sudah mati. Selanjutnya pengecekan "Hydroulic shutt off" (W/L menyala)maka pada control akan terasa ada hentakan tetapi bila bila hentakannya ke samping/depan/belakang berarti tidak normal begitu juga saat "di On kan" (W/L mati dalam waktu kurang dari 1 detik)
5. Laksankan Full Open pada posisi NR 250 Rpm maka horn harus bunyi, dan pada saat NR 370 Rpm bunyi horn harus berhenti (pernah terjadi di 368 Rpm, maka yang diganti ASU-nya, setelah itu normal kembali). W/L semuanya mati. All indicator di check, ajust gen pada 27,6 Volt dan semua Light di cx(landing, possition, panel2 dll).
6. Bila semua dalam kondisi normal check tail rotor vibrasi (maksimum IPS 0.2) sampai dapat
7. Start normal kemudian check kembali IPS MR (mak 0,2). Bila sedah masuk laksanakan hover (cx IPS), Taxy, V-80 kts hingga V-MCP. Bila salah satu belum sampainya maka dikejar sampai dapat, atau bila mengetest dengan menggunakan "steady control/body vibration" maka data akan didapat secara komputerisasi.(diikuti langkahnya)
8. Start Normal pengecekan selanjutnya bila vibrasi sudah memenuhi standart adalah pengecekan performa engine,pada torq 35%, cx control harus sensitif, setelah itu cx accelerasi dengan mengangkat collective dengan cepat (judgement)hingga FLI kuran glebih ke 90% maka pesawat harus lift off kurang lebih 5 ft AGL dalam waktu kurang 2 detik dan NR tidak turun hingga kurang dari 370 RPM.
9. Jika semua normal laksnakan T/O menuju min 1500 ft(=5000 ft)laksankan "Cx Power" pindahkan consoule VEMD dengan scroll, laksnakan maintai NG = 99,3 % hingga consoule complete(bisa terbang level atau sambil turning tidak masalah, setelah berhasil akan muncul Tq margin & T4 margin harus dalam kondisi "GOOD" bila menunjukan kondisi "BAD" maka data dimasukan sesuai grafik apakah masih dalam batas normal atau tidak, bila masih termasuk toleransi limitasi maka masih dikategorikan laik.
10. Pengecheckan "GONG" pada kondisi max power. Dengan cara mengangkat collective pada posisi FLI menuju ke merah, maka akan berbunyi " GONG".berarti warning gong berfungsi normal.Biasanya pada kondisi ini yang terlebih dahulu dicapai adalah NG dibandingkan T4 atau TQ.
11. Pengecheckan "Warning Horn" pada NR maksimum. Bisa dilakukan dengan cara menurunkan collective pada posisi Full Down saja atau dengan meng-Idle-kan Coleevtive pada speed Vy maka Warning horn akan berbunyi pada NR 420 plus minus 1 (satu).
12. Pengechekan Hydroulic. Pertama fly a/c pada speed Vy, kemudian hydroulic swicht "OFF" mka W/L akan menyala dan flight control terasa berat, kemudian kendalikan pesawat hingga V-100 Kts(kondisi ini harus masih bisa dikendalikan dan laksanakan dengan halus) bila masih bisa dikendalikan dalam batas tertentu berarti masih dalam kondisi bagus, kemudian kurangi kecepatan hingga Vy (perhatikan NR jangan melebihi 420 rpm), laluhydroulic di "ON" kan kemlai W/L harus langsung mati dan cyclic agak bergerak ke kiri.berarti hydroulic dalam kondisi normal.
13. Check maksimum NR, yakni pengechekan putaran main rotor pada posisi collective posisi full down dengan mempertihungkan berat keseluruhan pesawat serta altitude.Misal pesawat 1050 kg, crew 160 kg, fuel 150 kg maka total 1350, serta ketinggian 4000 ft ind(OAT 23derajat C) maka saat full down (Vy)maksimum NR akan maintain di 412 Rpm plus minus 1 rpm (kondisi bagus)
14. Bila semua sudah dilaksanakan pengechekan terakhir adalah swing kompas (dilakukan di tempat khusus yang jauh dari bangunan2 atau gedung2). Posisi pertama Hdg North (000) kemudian East (090), South (180)setelah itu di adjust oleh petugas swing kompas, kemudian bergerak 90 derajat selabntujnya hingga posisi North setelah itu bergerak setiap 30 derajat. Bila penambahan atau pengurangan derajat tidak terlalu jauh (masih batas toleran) Kompas masih dalam kondisi baik bila tidak kompas harus dikalibrasi atau diganti.
15. Saat menuju shut down Ng saaat idle < 70 %, dan saat shut down NG 50%-2% ditempuh dalam waktu 35 detik yang biasanya sekitar 30 detik. Dan main rotor brake pada NR 120-0 RPm ditempuh dalam waktu 20 detik. 16. Pengechekan terakhir yakni Weight and Balance yang dilakukan oleh tekhnisi ahlinya.








